CryptoHarian
Home » Informasi Cryptocurrency » QTUM Memecahkan Masalah Blockchain Pada Saat ini

QTUM Memecahkan Masalah Blockchain Pada Saat ini

Apakah masalah blockchain pada saat ini?

Teknologi blockchain dipercaya oleh banyak ahli bahwa teknologi ini akan menjadi sesuatu yang besar sama seperti internet. Perusahaan yang menggunakan teknologi baru ini semakin bertambah setiap tahun, tetapi infrastruktur blockchain tidak dikembangkan. Artinya, teknologi ini tidak up to date/ kemajuan, sesuatu yang sudah dikembangkan pada tahun 2010 tetap digunakan pada tahun 2018.

Contoh-nya adalah infrastruktur blockchain menempatkan semua informasi di buku besar umum untuk verifikasi, ini adalah kelemahan besar karena perusahan-perusahaan besar tidak suka mengekspos data mereka kepada publik. Mungkin karena database adalah rahasia setiap perusahaan. Tidak hanya itu, di dalam industry keamanan, database adalah informasi yang sensitif.

Buku besar Bitcoin (BTC) adalah contoh bagus dari buku besar yang memaparkan semua informasi untuk publik. Tapi ini bukan satu-satunya masalah yang dihadapi oleh teknologi blockchain. Skalabilitas adalah satu masalah yang sangat besar di teknologi ini. Banyak perusahaan yang menggunakan teknologi blockchain mempunyai masalah ini. Beberapa contoh adalah Bitcoin(BTC) dan Ethereum(ETH). BTC menggunakan jaringan Bitcoin liquid untuk mengurangi masalah ini. Sedangkan ETH masih belum bisa mengurangi masalah ini, upaya untuk menyelesaikannya masih belum membuahkan hasil.

Bagaimana menyelesaikan masalah ini?

Jawabannya adalah hybrid blockchain. Hybrid blockchain adalah menggabungkan hal yang bagus dari blockchain publik dan swasta dan menggabungkannya menjadi satu. Dengan cara ini, transaksi tetap menjadi pribadi, tetapi data ini juga tetap dapat diverifikasi di buku besar umum (public ledger). Kontrak juga dapat di tingkatkan(scalabilitas), tanpa mengobarkan keamanan.

Hal ini membuat hybrid blockchain sangat cocok untuk diadopsi di dunia bisnis secara teori, terutama dalam penyebaran proyek berskala besar seperti internasional bisnis. Contoh dari hybrid blockchain adalah Qtum (QTUM).

Blockchain QTUM adalah salah satu blockchain yang sangat scalable(dapat ditingkatkan) dibandingkan Ethereum. Ini disebabkan karena ia menggunakan algoritma pembuktian saham ( prove-of-stake) ketika smart contract jalan. Ini skalabilitas lebih efisien dari pada protokol proof-of-work yang digunakan oleh Ethereum.

Baca Juga : Apa itu Bitcoin

Ethereum juga mencoba menggunakan prove-of-stake, tetapi gagal karena jaringan mereka menghadapi delay. Ini berarti QTUM memiliki keunggulan di bagian skalabilitas dan juga mendominasi penggunaan smart contract dengan infrastruktur hybrid. Masa depan blockchain QTUM sangat bagus karena perusahaan besar bisa menggunakan ini untuk integrasi metode tradisional ke teknologi blockchain.

Qtum juga mengambil aspek inti dari keamanan Bitcoin, dan ketika dikombinasikan dengan mesion virtual Ethereum, mereka dapat memindahkan proyek yang menggunakan Ethereum ke proyek Qtum. Kemampuan untuk memindahkan blockchain Ethereum ke blockchain Qtum juga memberi masa depan yang cerah untuk Qtum.

Masa depan Qtum?

Masa depan Qtum sangat cerah karena mereka memecahkan masalah skalabilitas yang ada di Bitcoin dan Ethereum. Qtum juga memiliki skalabilitas yang tanpa batas, artinya blockchain ini menjadi sangat besar. Dengan ini, banyak perusahaan yang antri untuk mengadopsi blockchain ini.

Baca Juga: Beli Bitcoin, Jangan Altcoin Untuk Pemula

Ikuti Cryptoharian Di:
Septiady

Septiady

Penggemar Cryptocurrency dan Percaya Bahwa Informasi Harus Disebarluaskan Secara Transparan.

Add comment