CryptoHarian
Home » Berita Crypto » Starbucks Mundur Untuk Menggunakan Pembayaran Cryptocurrency

Starbucks Mundur Untuk Menggunakan Pembayaran Cryptocurrency

Penggemar cryptocurrency di seluruh dunia sangat senang ketika mereka mendengar bahwa Starbucks yang merupakan kedai kopi terfavorit di seluruh dunia telah mendukung pertukaran Bakkt yang akan datang dan mungkin mulai menerima pembayaran Bitcoin di outlet mereka seluruh dunia. Namun, ada kemungkinan bahwa ini tidak akan terjadi karena ada masalah di perpajakan.

Starbucks dan Cryptocurrency

Pada bulan Agustus 2018, Starbucks adalah salah satu pendukung bursa cryptocurrency yang ditunggu-tunggu, Bakkt. Bursa ini akan menjadi jembatan antara investor institusi dan pasar cryptocurrency. Baru-baru ini, Starbucks telah memperoleh jumlah ekuitas yang banyak dalam proyek Bakkt yang akan datang pada tahun ini dan dengan demikian perusahaan kopi raksasa tersebut mulai menerima pembayaran cryptocurrency.

Adopsi seperti itu bisa sangat berarti bagi komunitas crypto secara keseluruhan karena Starbucks adalah salah satu rantai kopi terbesar dan memiliki lebih dari 28,218 cabang di seluruh dunia pada tahun 2018. Hal ini dapat mengakibatkan perusahaan makanan raksasa lainnya seperi KFC, McDonalds, dll mengadopsi pembayaran cryptocurrency karena kompetisi.

Namun, setelah pemeriksaan yang lebih baik, ada sejumlah faktor yang dapat menyulitkan dan sangat kompleks untuk Starbucks dan juga IRS (Internal revenue services), kantor perpajakan di Amerika.

Baca Juga: Pasar Saham Akan Hancur di Tahun 2019, Apakah Harga Bitcoin Akan Naik?

Bagaimana cara membayar dengan crypto membuat perbedaan?

Melakukan pembayaran untuk kopi anda melalui Bitcoin tampaknya merupakan konsep sederhana karena sama seperti membayar dengan kartu kredit atau NFC. Tetapi, pajak adalah perhatian utama di sini yang membuat banyak perbedaan. Menurut aturan IRS, semua pembayaran cryptocurrency (besar atau kecil) harus dilaporkan ke IRS agar mereka dapat menghitung untung atau rugi pada transaksi dan juga pajak. Undang-undang terkait cryptocurrency sangat kompleks dan masih di warna abu-abu untuk masalah pembayaran dengan cryptocurrency.

Karena Starbucks adalah perusahaan besar dan mempunyai puluhan juta customer setiap hari, jumlah transaksi sudah pasti sangat besar. Bahkan, jika sebagian kecil dari total transaksi dilakukan dalam cryptocurrency setiap harinya, itu akan menghasilkan jutaan transaksi yang harus dilaporkan ke IRS setiap hari.

Proses ini sangat rumit dan akan membuat semua pihak sakit kepada. Selain itu, harga cryptocurrency yang terlalu volatil membuat pembayaran dengan cryptocurrency sangat susah. Ini adalah alasan mengapa Starbucks masih belum mengadopsi pembayaran dengan uang digital pada saat ini.

Baca Juga: Cara Membuat Blog Yang Menghasilkan Uang 2019

Ikuti Cryptoharian Di:
Septiady

Septiady

Penggemar Cryptocurrency dan Percaya Bahwa Informasi Harus Disebarluaskan Secara Transparan.

Add comment

Subscribe Untuk Berita Cryptocurrency Terbaru

Ikuti Kami Di: