CryptoHarian
Home » Berita Crypto » Kenapa Ethereum Turun di Awal September 2018?

Kenapa Ethereum Turun di Awal September 2018?

Pada tahun 2017, Ethereum adalah altcoin yang mempunyai harga yang tertinggi setelah Bitcoin dan banyak perusahaan yang menggunakan koin tersebut untuk Initial Coin Offering (ICO). Dan sekarang, harga Ethereum hanya USD$220 atau sekitar 3,200,000 Rupiah.

Apa sebenarnya yang terjadi dengan Ethereum?

Pada awal September, ETH bernilai sekitar USD$300 atau 4,500,000 Rupiah. Tiba-tiba, pada 6 September, ETH memulai penurunan tajam dari $300 menjadi level support di $200.

Selama waktu itu, ETH dijual dengan metode short (semakin harga turun, trader mendapatkan untung yang lebih banyak) karena Bitmex memberikan 50x leverage kepada trader untuk pertukaran ETH/USD dan ini menjadi produk yang paling banyak likuidasi pada bulan itu. Karena semakin banyak trader menggunakan metode short untuk ETH di pertukaran cryptocurrency utama seperti BitMEX dan Bitfinex, ETH semakin melemah dan merosot ke harga $100. Para investor tidak memerkirakan hal ini.

Dalam dua minggu, ETH kehilangan hampir 50 persen dari nilainya sementara itu Bitcoin mulai memulih dengan cepat dari penurunan 15 persen dan rebound menjadi $6,300. Kinerja ETH yang buruk relatif dari cryptocurrency besar lainnya menyebabkan pasar menjadi oversold, mendorong reli korektif.

Downtrend dari ETH sepanjang awal September sangat intens dan cryptocurrency yang paling berharga kedua di pasar menunjukkan pergerakan harga jangka pendek yang bisa didapatkan di altcoin yang market capnya kecil. Ini adalah keadaan yang sangat buruk untuk sebuah koin yang mempunyai nama.

Kurangnya volume ETH dikombinasikan dengan volume Tether (USDT) dan stablecoin lain yang semakin meningkatkan menyebabkan investor untuk melindungi nilai ETH terhadap USD, menciptakan efek domino di seluruh bursa besar. Harga ETH jatuh pada awal September karena perilaku pasar yang tak terduka, bukan karena kejadian yang spesial atau perkembangan khusus.

Variabel Penting: ICO

ETH telah menunjukan ketahan di wilayah $200 dan berhasil menembuh level resistensi $200, memungkinkan investor dan pedagang untuk menjadi lebih optimis dalam masa depan pasar berjangka pendek.

Banyak analisa salah yang terdapat di internet, mereka mengidentifikasi penurunan ETH karena perusahaan ICO menjual ETH mereka, sehingga harga “terjun payung.”

Namun, para peneliti di Diar menemukan bahwa proyek-proyek berbasis Ethereum masih memiliki lebih dari $500 juta di ETH dan mereka masih memegang sebagian besar ETH yang mereka dapat dari penggalangan dana ICO.

Oleh karena itu, jika perusahaan yang baru saja ICO menjual cadangan ETH, trend menurun bisa lagi terjadi seperti yang dialami awal September.

Ikuti Cryptoharian Di:
Septiady

Septiady

Penggemar Cryptocurrency dan Percaya Bahwa Informasi Harus Disebarluaskan Secara Transparan.

Add comment

Subscribe Untuk Berita Cryptocurrency Terbaru

Ikuti Kami Di: